Harapan Seorang Ibu bagi Anak-anaknya

April 28, 2013 at 4:49 am Tinggalkan komentar

IBU DAN ANAK

Secara Universal, ketika ditanyakan kepada para ibu tentang apa yang diinginkan bagi anaknya, jawabannya tentu tidak jauh jauh dari ; ingin melihat anak anaknya sukses, ingin mereka berhasil membina keluarga yang bahagia, ingin agar anak anaknya mencapai cita cita masa kecil mereka dan bersekolah setinggi mungkin, ingin anak anaknya menjadi orang terkenal, singkat ceritanya, semua ibu menginginkan yang terbaik bagi anak anaknya.

Paradoks yang terjadi sekarang ini adalah orang tua bekerja lebih keras dan lebih giat, memberikan yang terbaik dan mencoba memenuhi semua keinginan anak anak dari segala segi, baik itu pendidikan, kesehatan, maupun fasillitas berupa peralatan hi-tech dan gadget terbaru yang tujuannya tidak lain adalah menyenangkan hati anak dan memberi kemudahan bagi anak untuk berkembang dan bersaing di dunia yang semakin modern ini. tetapi yang terjadi justru jaman sekarang ini banyak manusia yang tidak berbahagia dan tidak pernah merasa puas dengan apa yang dimiliki, sehingga kita melihat semakin banyak orang bertumbuh menjadi manusia manusia rakus dan serakah. Lebih banyak yang dimiliki, lebih banyak pula yang dinginkan.

Ini kata kuncinya.. Memberi kemudahan bagi anak anak untuk bersaing di dunia yang semakin modern dan kompleks ini. Lama saya berkontemplasi dan merenung dengan perubahan metode cara mendidik anak di jaman modern ini. Orang tua berlomba lomba mengikuti trend terbaru dalam mendidik anak, bahkan dimulai sedari hamil, dengan segala macam music Mozart, dan memperdengarkan musik klasik pada bayi yang masih belum genap bulan di dalam perut, tujuannya agar otak anak terstimulasi dengan baik, dan harapannya agar bayi di dalam perut itu dapat lahir dengan memiliki otak yang super.

Lucu juga ketika kita mencoba berpikir apa yang terjadi pada orang orang pintar sekelas Albert Einsten, Isaac Newton, Bill gates, dan sederet orang sukses lainnya, apakah mereka dulu diperdengarkan musik klasik sewaktu masih di kandungan ?. Apakah orang tuanya mengikuti metode cara mendidik anak supaya aktif berinteraksi dan bersikap optimis ?. Jawaban yang lebih mungkin adalah tidak.

Justru banyak sekali orang yang sukses dan kemudian berhasil dalam kehidupan karena mereka melewati tahapan kehidupan yang sulit dan penuh tantangan, dengan situasi domestik yang serba terbatas. Tidak sedikit orang orang sukses justru tidak menyelesaikan kuliahnya, dan bahkan harus bekerja di usia yang dini.

Tidak, jangan salah sangka, saya tidak menyarankan anda untuk berhenti menyekolahkan anak, atau tidak memberi fasilitas kesehatan maupun pendidikan yang baik bagi anak anak anda. Saya sedang berbicara tentang realita hidup yang saya lihat selama ini, dan mengambil kesimpulan bahwa yang terpenting bukan apa yang kita berikan kepada anak anak kita, tetapi apa yang kita ajarkan kepada anak anak kita untuk dapat mereka lakukan sendiri menghadapi kehidupan yang makin penuh persaingan ini.

Kita orang tua tidak dapat hidup selamanya, bahkan kalau kita juga diberikan umur panjang, belum tentu kita masih mampu secara fisik maupun finansial untuk terus menopang anak anak kita dan membantu mereka. Mendidik mereka untuk siap menghadapi kehidupan ini secara mandiri dan dewasa adalah cara terbaik mempersiapkan anak anak kita untuk mampu bersaing secara sehat dan meraih kesuksesan. Memudahkan mereka mencapai segala sesuatu bukanlah jalan terbaik dalam mengajarkan bahwa hidup ini penuh perjuangan, dan ada hasil yang baik dibalik kerja kerasa dan ketekunan.

Beberapa hal dibawah ini merupakan keinginan saya bagi ketiga anak saya, barangkali juga merupakan doa secara tidak langsung, supaya ketiga anak saya diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mengalami hal hal ini dan mengajarkan mereka untuk mengerti lewat pengalaman pribadi mereka sendiri tentang nilai kehidupan yang baik.

~ Saya ingin mereka memiliki beberapa teman dekat yang benar benar dapat mereka sebut sahabat. Orang orang yang mampu menunjukkan bahwa persahabatan itu adalah gabungan dari rasa peduli, kesetiaan, dan kepercayaan di dalam segala hal. Sahabat yang mengasihi mereka karena jati diri mereka yang sebenarnya, bukan karena titel, gelar, atau materi dan kesuksesan yang melekat di dalam diri mereka. Dan sebaliknya, saya juga ingin mereka menjadi sahabat yang betul betul tahu menghargai nilai persahabatan yang dipercayakan kepada mereka.

~ Saya ingin ketiga anak saya mengalami cukup kesulitan di awal awal karir mereka, agar mereka dapat mengerti artinya bekerja keras dan ketekunan, dan bahwa sesuatu yang baik dan abadi itu tidak dicapai dengan cara instan dan potong kompas. Mungkin mereka malah harus merasakan sakitnya dikhianati supaya mereka dapat memahami dan bertekad untuk memelihara kepercayaan dan setia dengan janji yang diucapakan mereka.

~ Saya ingin mereka merasakan indahnya jatuh cinta, dan kemudian belajar memahami bahwa indahnya jatuh cinta itu tidak seberapa dibandingkan dengan keindahan cinta yang setia dan mendewasakan.

~Saya ingin mereka tahu menghargai uang yang didapat dari hasil keringat mereka sendiri. Tidak pernah terpikir oleh saya untuk membeli mereka mobil mewah baru demi menambah rasa gengsi, tapi saya memilih mereka merasakan nikmatnya membeli mobil dengan hasil kerja keras mereka.

~Saya ingin mereka memahami dengan baik apa yang diajarkan dalam agama kami bahwa “Adalah lebih baik memberi daripada menerima.” Saya ingin mereka mengalami secara pribadi bahwa hanya dalam memberi kita menerima. Kebahagiaan itu terletak di dalam hati yang suka menolong dan mengasihi sesama, dan bukan meminta pertolongan dan menuntut untuk dikasihi lebih dahulu.

~ Saya ingin diatas segala sukses yang mereka raih, mereka tidak pernah kehilangan jati diri yang sebenarnya, dan tetap memiliki hati nurani yang bersih yang memungkinakan mereka untuk dapat tidur lelap setiap malam dirumah mereka yang nyaman dengan keluarga mereka tercinta. Kesuksesan bukanlah kesuksesan , ketika itu harus ditukar dengan hilangnya kebersihan hati nurani dan ketulusan jiwa.

~Saya ingin mereka mengetahui nikmatnya duduk diam dibawah kaki Tuhan, berdoa mengucap syukur dan beriman kepada Tuhan. Tidak ada yang dapat mematahakan semangat orang yang selalu berharap kepada Tuhan dan melakukan perbuatan perbuatan baik yang dikehendaki Tuhan.

Ini harapan dan kerinduan sederhana seorang ibu bagi anak anaknya…

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Jiwa Yang Tenang Menghilangkan Kegelisahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2013
S S R K J S M
« Mar    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: