” ILMU SOSIAL DASAR “

Oktober 3, 2012 at 3:05 pm Tinggalkan komentar

ILMU SOSIAL DASAR

 

1.Definisi dari Individu, Keluarga, Masyarakat ?

  • Individu berasal dari kata individium(Latin), yaitu satuan kecil yang tidak dapat dibagi lagi.Individu menurut konsep sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri sendiri.Individu sebagai mahluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio dan rukun .1.Raga , merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama. 2.Rasa, merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda- benda isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan. 3.Rasio atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri , mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca indera. 4.Rukun atau pergaulan hidup, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun inilah yang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok sosial yang sering disebut masyarakat.
  • Keluarga adalah unit terkecil dari masyakarat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan ( Depkes RI, 1998 ). Anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui pertalian darah adaptasi atau perkawinan ( WHO , 1969 ). Keluarga adalah sekelompok manusia yang tinggal dalam suatu rumah tangga dalam kedekatan yang konsisten dan hubungan yang erat ( Helvie , 1981 ). Keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh suatu turunan lalu mengerti dan berdiri sebagai suatu gabungan yang hakiki, esensial, dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya ( Ki Hajar Dewantara ).
  • Manusia merupakan makhluk yang saling memiliki keinginan untuk menyatu dengan sesamanya serta alam lingkungan di sekitarnya. Dengan menggunakan pikiran, naluri, perasaan, keinginan dan sebagai manusia memberi reaksi dan melakukan interaksi dengan lingkungannya. Arti definisi Masyarakat berikut di bawah ini adalah beberapa pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi dunia.
    • Menurut Selo Sumardjan masyarakat adalah orang – orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan .
    • Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antar kelompok – kelompok yang terbagi secara ekonomi.
    • Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suatu kenyataan objektif pribadi –pribadi yang merupakan anggotanya.
    • Menurut Paul B.Horton  & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relative mandiri , hidup bersama–sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.

2. Keluarga Ideal seperti apa ?

  • Keluarga ideal bukanlah kehidupan keluarga tanpa riak, gelombang , ombak dan pasang surut . Melainkan keluarga yang mampu mengenali serta mengarungi riak, gelombang, dan pasang surut tersebut. Sebagaimana keluarga tersebut dapat mengenali masalah yang terjadi, mengelola masalah kemudian menyelesaikannya dengan tetap mengandalkan kekompakan anggota keluarga. Sehingga keluarga yang ideal terlihat dalam kekompakan masing-masing anggota keluarga. Nilai kekompakan dapat dilihat dengan berfungsinya struktur keluarga secara sinergi dan dinamis melalui komunikasi yang dibangun oleh masing-masing anggota. Komunikasi yang dibangun pun akan semakin efektif dan lebih kuat dengan prilaku orang tua yang secara langsung menjadi teladan bagi anak-anaknya, di samping fungsi sebagai suami dan istri.

 

Dengan berusaha mengenali setiap permasalahan yang terjadi , tak perlu lagi bersusah payah untuk mencari jalan keluar dengan berbicara dengan pihak asing. Sadari bahwa setiap anggota keluarga mempunyai potensi yang sama untuk memberikan kontribusi jalan keluar dari sebuah persoalan yang melanda.

Menunjukan kekompakkan keluarga tak perlu anda keluar dengan tema atau baju Batik yang seragam, karena symbol kekompakkan bukanlah seragam, melainkan bersatunya setiap anggota menjadi kekuatan yang mencerahkan, berarti membantu satu dengan lainnya tanpa dimintai pertolongan pendahulu.Ambil contoh ketika adik bertengkar dengan teman mainnya yang kebetulan juga tetangga Anda. Sebelum ia menghampiri dengan tangis , tertawalah di depannya dan ajak ia untuk berdamai dengan temannya. Hal ini lebih baik jika Anda bersikap protektif dengan memarahi temannya dan menyuruh adik untuk tidak bermain kembali dengannya.Karena , dengan cara yang kedua , Anda akan mengajari anak untuk menjadi egois , serta rasa manja. Jadi setiap kali ia menemui permasalahan ia akan menghampiri Anda.

Seperti contoh sapu lidi, setiap anggota yang menyatu akan memberikan kekuatan kepada anggota yang lainnya, karena jika terpisah, tak ubahnya seseorang berkelana di tanah yang asing, tanpa panduan, pun tanpa pertolongan.

Membangun kekompakan keluarga sangat sulit, jauh lebih mudah membaca serangkaian teori atau naskah yang menyemangati Anda untuk menjadikan keluarga yang kompak nan asri. Untuk itulah, praktikan kehangatan dengan sikap toleransi yang sangat tinggi, memahami bahwa setiap anggota merupakan individu yang istimewa juga tak tergantikan posisinya.

 

3. Hubungan permasalahan dalam keluarga di masyarakat ?

  • Hubungan antara manusia yang satu dengan yang lain sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, dikarenan manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri atau masih membutuhkan bantuan dari pihak lain. Bersosialisasi pun sangat penting dalam nejalin hubungan yang baik antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Jika tidak adanya individu, maka keluarga dan masyarakat pun tidak akan tercipta.
  • Di dalam kehidupan bermasyarakat, ada juga nilai yang menjadi sebuah kepribadian yang mendarah daging, yaitu melakukan tindakan yang tidak dipikir dengan pertimbangan atau cara pola pikir yang tidak baik sehingga nilai ini tersosialisasi sejak kecil. Apabila sebuah nilai tidak dikerjakan, seseorang akan merasa malu atau bersalah. Seperti contoh pada seseorang yang belum bisa menafkahi keluarganya dan tidak bertanggung jawab.

Nilai ini menjadi sebuah landasan bagi manusia dalam mengembangkan sebuah motivasi yang dilakukan dalam sebuah masalah kehidupan bersosial. Pandangan seseorang dilihat dari:

  • Nilai Material
  • Nilai Vital
  • Nilai Kerohanian
  • Salah satu yang perlu dipelajari dalam kehidupan ini adalah mencari arti dari kehidupan dan tujuan hidup manusia. Dilihat dari sudut pandang Islam, tujuan para nabi tidak sama dengan tujuan individu yang ada di dalam masyarakat sekarang karena tujuan nabi diutus untuk membimbing manusia ke jalan yang benar. Maka dari itu, di dalam sebuah kehidupan ini kita harus menganalisa dengan baik dan benar.
  • Kehadiran agama sangat dituntut dewasa ini karena dengan berbagai masalah yang dihadapi umat mnusia tidak menjadi sebuah lambing dari keshalehan atau juga adanya khutbah. Adanya agama menunjukkan cara yang paling efektif dalam memecahkan sebuah masalah. Agama dalam hal urusan social mempunyai perhatian yang besar da nada 5 alasan untuk masalah social seperti:
    • Al-quran adalah sumber terbesar dalam yang berkenaan dengan muamalah.
    • Masalah social dalam islam misalnya adanya kenyataan dalam beribadah dengan masalah social. Maka ibadah boleh disingkat atau juga ditangguhkan, tetapi tidak boleh ditinggal.
    • Ibadah juga mengandung segi sosial dalam ganjaran yang lebih besar daripada ibadah yang dilakukkan perorangan.
    • Di dalam islam, amal lebih baik di bidang sosial dan mendapatkan ganjaran yang lebih baik daripada ibadah sunnah.
    • Sosialogi mempunyai paradigm yang mengkaji berbagai masalah. Sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan yang berada di masyarakat dan di dalam kehidupan tentang masyarakat. Sosiologi juga mempelajari berbagai gejala sosial yang muncul seperti pada perubahan sosial, hubungan antar masyarakat, dan interaksi dalam kehidupan bersosialisasi. Semoga dengan adanya sosiologi dalam pendekatan ini, masyarakat bisa menyadari dengan saling menghargai antar sesamanya agar terjalinnya suatu hubungan yang harmonis sehingga kehidupan sosial yang ada di dalam kehidupannya menjadi saling menguntungkan dan hidup dalam kerukunan antar sesama manusia.

4. Permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam keluarga

Berikut lima daftar masalah paling umum dalam keluarga dan cara menanganinya :

a)      Mertua ,masalah dengan mertua menduduki peringkat pertama dalam permasalahan rumah tangga. Menurut pakar pernikahan John Gottman, phD, terjadinya konflik antar mertua dan menantu dipicu karena mereka sama-sama bersaing untuk mendapatkan perhatian suami. Solusi : Diperlukan solidaritas yang tinggi dalam sebuah pernikahan. Suami harus mendampingi istri dan mengutamakan istri, bahkan ketika dia salah sang suami semestinya membela istrinya di depan keluarganya terutama di depan ibu sang suami.

b)      Uang , masalah uang biasanya terjadi pada pasangan yang baru menikah, mereka belum mengetahui bagaimana menyeimbangkan finansial. Konflik karena uang memang dapat membuat pasangan bertengkar. Entah itu karena uang yang dimiliki tidak mencukupi kebutuhan atau tidak tahu bagaimana membelanjakan uang tersebut. Anda ingin membeli mesin cuci sedangkan suami ingin membeli sepeda motor baru. Solusi : konflik tentang uang bisa terselesaikan jika sama-sama jujur dan terbuka tentang jumlah uang yang dimilki dan dibutuhkan. Agar anda dan pasangan tahu penghasilan akan diapakan, buatlah budget bulanan atau mingguan dan taatlah pada budget tersebut serta jangan belanja melebihi budget. Tagihan setiap bulan, seperti listrik,air dan lainnya harus menjadi prioritas utama dalam urusan pembayaran.

c)      Pekerjaan Rumah Tangga, pertengkaran dalam rumah tangga memang kerap terjadi. Topik pertengkaran mulai dari mencuci piring, belanja, membersihkan kamar atau mengurus anak pasti sering diributkan. Solusi : jika anda dan pasangan sama-sama bekerja, maka anda perlu membicarakan topik rumah tangga ini. Bicarakan pada pasangan jika anda membutuhkan bantuan si dia dalam menyelesaikan urusan rumah tangga. Agar tugas menjadi jelas, buatlah daftar tugas yang harus dilakukan Anda dan si dia dalam seminggu. Jika suami sudah menyelesaikan pekerjaanya jangan lupa mengucapkan terima kasih dan berikan dia pujian.

d)     Mengurus anak, anak juga bisa menjadi faktor pemicu keributan suami istri. Meski sangat menunggu kehadiran buah hati, namun ketika si kecil lahir maka bisa membawa masalah tersendiri. Memilki anak dapat membawa tekanan tambahan dalam perkawinan karena merawat dan membesarkan anak membutuhkan sebuah tanggung jawab besar. Belum lagi jika pasangan tidak ikut andil dalam merawat anak, maka anda bisa semakin stres dan sering ribut dengan pasangan. Solusi : solusinya adalah Anda dan pasangan mampu membagi tugas. Jika diperlukan Anda dapat meminta bantuan dari orang luar, seperti saudara dekat atau baby sitter untuk menjaga si kecil. Sehingga Anda pun masih bisa menikmati hidup dan sesekali masih bisa pergi berdua bersama suami.

e)      Seks , banyak pasangan yang merasa jika seks hebat hanya dirasakan selama 3 bulan pertama selanjutnya hubungan intim tersebut tidak lagi hangat. Masalah yang sering terjadi adalah karena lelah, stres atau penolakan. Solusi : seks sangatlah penting dalam kehidupan rumah tangga. Untuk menyegarkan suasana bercinta, ubahlah tempat bercinta Anda. Tidak perlu jauh-jauh harus keluar kota, Anda dapat bercinta di kamar mandi , sofa atau dapur.

Contoh kasus : ada sebuah keluarga sebut saja pasangan keluarga x dan y ,dikaruniai satu orang anak ,hingga tumbuh besar kurang lebih 5 tahunan menjadi korban atas perceraian kedua orang tuanya. Sang bapak dari anak tersebut selingkuh dan menikah lagi, keegoisan sang bapak terhadap anaknya sangat lah kurang baik untuk mendidik anak, sang bapak tidak membolehkan bertemu dengan ibu kandungnya sendiri dan bahkan ibu tirinya pun sendiri sering memperlakukan kurang baik, tentu ini akan menggangung mental si anak tersebut, beruntungnya masih punya tetangga yang sangat perhatian pada anak kecil dan sang tetangga tersebut merawatnya hingga masuk bangku sekolah dasar hingga sekarang ini anak tersebut tinggal bareng neneknya dan tetangganya tersebut, sesekali bapak dan ibu tirinya bertemu dia merasa ketakutan.

 

 

 

 

 

       

 

              

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

” AIR TERJUN YANG SANGAT INDAH SEKALI ” ( A C I ) ILMU SOSIAL DASAR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Oktober 2012
S S R K J S M
« Jun   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: