“UNTUK BUNDA TERCINTAKU”

Juni 4, 2010 at 8:09 am Tinggalkan komentar

Walau telah kutuliskan
Seratus sajak untukmu
Tak kan pernah mampu
Menandingi cinta terindah
cinta seorang wanita
Yang sungguh kuhormati selalu
Ialah, Bunda…
Tempat pelabuhan baktiku
Yang kudirikan dalam setiap
Pancang dermaga
Persinggahan waktuku

Sekarang
Wajahmu terlihat begitu menua
Penuh gurat-gurat kelelahan
Karena begitu setia menjaga dan merayu
Waktu
Agar selalu bersahabat denganku

Keriput di jemari dan bulir-bulir otot
Di lenganmu
Menjadi saksi,
Bahwa kau tidak pernah sekejap saja
Melepaskan genggaman cintamu
Menyentuh dan mengangkat beban
hati
Juga menyelimuti hariku yang begitu dingin

Bibirmu kini mengering dan menghitam
Karena tak henti mengalirkan doa untukku,
Setiap pagi, siang dan malam masih ingin singgah
Selama berpuluh-puluh tahun usiaku.

Bunda,
Kaulah segala kasih termurni
Pancaran cahaya bumi
Dan aliran mata air terbening
Yang Tuhan ciptakan

Sungguh kau,
Adalah cinta yang selalu akan termaknai

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Misteri Julia Pastrana Wanita Yang Berjanggut NASA: Badai Matahari 2013 Bisa Jadi Bencana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Juni 2010
S S R K J S M
« Mei   Sep »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: