“Nasionalisme Dan Mahasiswa”

Mei 27, 2010 at 10:15 am Tinggalkan komentar

Nasionalisme & Mahasiswa

Nasionalisme Kini dan Gerakan Mahasiswa

Dari preseden yang ada mengenai nasionalisme, musuh bersama menjadi sebuah kebutuhan jika nasionalsime ingin mempunyai tempat dalam kehidupan Indonesia. Namun pencarian terhadap musuh bersama ini tidaklah sekadar mencari subyek ataupun obyek yang sekadar dijadikan tumbal caci maki oleh civil society (yang di dalamnya terdapat juga gerakan mahasiswa), melainkan juga harus mencari subyek atau obyek yang memang harus dijadikan musuh bersama karena pengaruhnya yang buruk bagi masyarakat. Nasionalisme akan selalu berkaitan erat dengan masalah kedaulatan sebuah negara. Kedaulatan adalah sebuah hal yang mutlak dimiliki oleh sebuah negara dan tidak bisa diganggu gugat oleh negara atau pihak manapun. Pada perkembangan saat ini, kedaulatan negara tidaklah lagi menjadi hal yang mutlak untuk dipraktekkan. Karena dengan munculnya berbagai macam organisasi internasional (OI) dan semakin kuatnya posisi tawar negara-negara maju di dalam OI tersebut, kedaulatan negara menjadi semakin kabur. Prinsip koordinatif yang dikembangkan ketika awal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) muncul menggantikan Liga Bangsa-bangsa (LBB) tidak lagi tegas jika sudah berhadapan dengan kepentingan negara-negara besar. Nasionalisme telah digantikan oleh globalisasi sedikit demi sedikit. Globalisasi yang lahir dari budaya sebuah bangsa, dan dijadikan budaya tunggal dunia. Indonesia terkena dampak dari globalisasi ini. Hukum positif Indonesia tidak lagi menjadi kewenangan legislatif, melainkan harus mematuhi regulasi internasional yang dihasilkan oleh OI yang dikontrol oleh negara-negara maju.

Nasionalisme sebuah bangsa menentukan arah pergerakan bangsa tersebut kepada pilihan yang lebih buruk atau baik. Negara-negara maju pada saat ini menekankan pentingnya nasionalisme ketika mereka sedang berada dalam posisi sebagai negara sedang berkembang. Ketika posisi mereka berubah, nasionalisme mereka tidak ikut berubah dan justru berusaha menyebarkan nasionalisme mereka ke negara lain. Jadi, ketika muncul pertanyaan: masih relevankah nasionalisme untuk Indonesia, hal ini harus dijawab dengan mudah jika melihat preseden dan memiliki visi yang tegas mengenai bangsa ini. Bangsa yang tidak memiliki kedaulatan penuh atas wilayahnya, akan selalu menjadi bangsa kelas dua di lingkungan internasional, akan selalu menjadi bangsa konsumtif yang dependen terhadap negara lain. Kedaulatan penuh dapat diwujudkan jika masyarakat dalam suatu bangsa memiliki visi yang kuat untuk mengarahkan bangsanya menjadi lebih baik. Sebuah visi yang kuat dapat lahir jika dilandaskan dengan nasionalisme. Tanpa adanya nasionalisme, tidak akan ada visi, tidak akan ada kedaulatan, dan tidak akan ada perubahan bagi bangsa ini.

Lalu bagaimana mahasiswa Indonesia (baca: mahasiswa UKSW) mewujudkan nasionalisme yang erat kaitannya dengan musuh bersama? Tindakan apa yang harus dilakukan oleh mahasiswa Indonesia? Berbagai cara diwujudkan oleh civil society dalam mencari musuh pada saat ini untuk menunjukkan nasionalisme mereka, terlepas dari kepentingan yang mereka usung. Ada yang melalui tindakan elitis, persuasif, underground, sampai pada taraf anarkis. Isu yang muncul pun semakin beragam seperti program peningkatan kualitas pendidikan, penghapusan utang luar negeri, nasionalisasi perusahaan multinasional, anti OI, dan lainnya. Tindakan mewujudkan nasionalisme melalui metode-metode dan isu-isu tersebut terjadi dengan mendasar pada kondisi yang berkembang pada saat ini. Mahasiswa Indonesia tidak harus terikat dengan metode-metode dan isu-isu yang ada. Kajian ilmiah menjadi sebuah keharusan bagi mahasiswa Indonesia yang merupakan civil society berbasis kaum intelektual untuk dapat mengidentifikasi musuh bersama yang ingin dikedepankan. Tanpa adanya kajian ilmiah yang mendalam, aksi dalam mengedepankan musuh bersama untuk membangkitkan kembali nasionalisme hanya akan menjadi aksi taktis yang tak ada kontinuitasnya. Kajian ini juga tidak hanya sekadar bergerak dalam isu-isu terkini saja, namun juga harus mampu mengantisipasi kemungkinan yang terjadi pada masa yang akan datang, sehingga mahasiswa Indonesia tidak tergagap-gagap untuk menghadapi perubahan masyarakat yang drastis.
Mahasiswa dan Nasionalisme

Kajian ilmiah yang menjadi suatu keharusan bagi mahasiswa Indonesia dalam membangkitkan kembali nasionalisme, harus mampu diwujudkan jika mahasiswa Indonesia tidak ingin terjebak dalam romantisme masa lalu. Mahasiswa Indonesia harus sungguh-sungguh dalam mempersiapkan dan meningkatkan kualitas dirinya agar mampu membangkitkan kembali nasionalisme Indonesia. Ketika kualitas diri mahasiswa Indonesia meningkat dan kajian ilmiah semakin menguat, mahasiswa Indonesia (termasuk mahasiswa UKSW) akan mampu menjadi think tank bagi pergerakan nasionalisme di Indonesia. Semoga.
Nasionalisme Mahasiswa

Bentuk kecintaan kepada suatu Negara nya menjadi sebuah tanggungjawab yang seharusnya dimiliki oleh setiap warga Negara sebagai bentuk kontribusi terhadap wilayah tempat ia hidup dan berkehidupan. Sudah sewajaranya memang rasa cinta ini dikembangkan sejak dini untuk memberikan suatu semangat bela Negara dan semangat filantropi terhadap Negara tercinta. Makna mendalam ini tentunya bisa diimplementasikan dalam berbagai bentuk, akan tetapi semangat yang dibangun adalah semangat untuk senantiasa melakukan pengembangan diri dan pengembangan komunitas sebagai bentuk kecintaan terhadap Negara.

Pemuda saat ini mempunya berbagai perspektif tentang apa itu cinta tanah air. Luasnya spectrum perspektif ini dikarenakan adanya suatu ketidakpercayaan pemuda terhadap negaranya sendiri. Hal ini bisa terbangun akibat pemuda tidak merasakan langsung apa yang telah diberikan oleh Negara untuk dirinya. Tentu sangat disayangkan jika semangat nasionalisme ini tidak terbangun, bisa jadi di masa yang akan datang, Indonesia akan diisi oleh orang-orang opurtunis yang hanya mementingkan keuntungan sesaat. Gejala seperti ini sudah terjadi, dimana bisa kita lihat para birokrat Negara ini tidak pernah mau untuk melakukan investasi jangka panjang untuk Indonesia, karena jelas tidak menguntungkan secara langsung untuk dirinya.

Perlu diakui memang luasnya spectrum perspektif nasionalisme ini ternyata berdampak pada lebih banyaknya pemuda yang lebih mementingkan dirinya ketimbang Negara. Mereka hanya menganggap dirinya “numpang” hidup di suatu wilayah tanpa ada tanggung jawab untuk menjaga dan membela Negara nya. Permasalahan ini tentu harus diselesaikan dengan membangun jiwa Negarawan diantara para pemuda yang nantinya akan jadi agen pengubah bangsa di masa yang akan datang.

Langkah awal yang perlu dikembangkan adanya suatu proses pendidikan dan pembudayaan yang baik sejak sekolah dasar. Dimana pendidikan kewarganegaraan tidak hanya sebagai mata pelajaran yang lepas lalu saja. Akan tetapi, menjadi sebuah mata pelajaran untuk “mendoktrin” jiwa Negarawan diantara para pelajar di Indonesia. Cara ini terbukti sukses di Republik Rakyat Cina, dimana ada mata pelajaran khusus untuk menanamkan semangat komunisme. Sehingga di masa yang akan datang akan timbul suatu kecintaan mendalam terhadap Negara Indonesia.

Bentuk dari pembuktikan rasa Nasionalisme kini tentu berbeda dengan yang dilakukan oleh pejuang kita di masa lalu. Pejuang kemerdekaan dan revolusi lebih banyak mengedepakan perjuangan fisik sebagai bentuk Nasionalisme. Atau saat pejuang reformasi melawan rezim, pergerakan dengan mobilisasi massa menjadi pilihan untuk menumbangkan rezim yang memimpin secara tidak adil.

Masa kini adalah masa globalisasi informasi dan kompentensi. Sudah sewajarnya pembuktian Nasionalisme dilakukan dalam bentuk karya nyata dan prestasi yang mampu menjadikan sebuah Inspirasi bagi banyak orang. Mengejar prestasi secara akademik dengan pembuktian hasil yang memuaskan merupakan bentuk Nasionalisme jika diiringi dengan semangat inovasi dan kreatifitas untuk mengembangkan masyarakat. Mahasiswa kini dituntut mampu membuat karya nyata yang bisa bermanfaat untuk hajat hidup orang banyak. Mahasiswa tidak boleh lagi berpikir tentang pekerjaan apa yang akan didapatkannya setelah lulus, akan tetapi mahasiswa dituntut untuk berpikir keras agar mampu membuka lapangan pekerjaan untuk kesejahteraan masyarakat banyak. Disinilah peran mahasiswa masa kini dan masa depan, dimana mampu menjadi bagian dari solusi atas permasalahan masyarakat, mampu membangun opini positif di masyarakat dan mampu menginspirasi masyarakat agar memiliki suatu perspektif positif terhadap masa depan Indonesia yang lebih baik.
Nasionalisme Mahasiswa sebagai masyarakat umum

Sebagai masyarakat umum, saya menilai para mahasiswa lebih peduli dan lebih suka mendemo dan menghujat pemerintah, daripada memikirkan nasib bangsa yang terancam disintegrasi.

Coba perhatikan, apa sumbangan pemikiran mahasiswa untuk memecahkan masalah separatis di Papua dan Aceh? Dan kalau kita ingat kelahiran Sumpah Pemuda, justru seharusnya dalam kondisi saat ini, para mahasiswa tampil di depan untuk mempertahankan NKRI. Seharusnya kan bisa bahu-membahu bersama pemerintah menemukan solusi yang terbaik untuk semuanya, itu baru kaum intelektual, jangan bisanya cuman menuntut, menuntut dan lagi2 menuntut. Bantulah pemerintah dengan solusi, Dewasalah dalam bersikap, “Jangan tanya apa yang negara dapat berikan pada anda tapi tanyalah apa yang dapat anda berikan untuk negara ini”.

Ironis dan sangat ironis, ternyata BEM atau Kelompok lainnya lebih hobi berpolitik jalanan dari pada masalah krisis kedaulatan bangsa.
Kembalikan Semangat Nasionalisme Mahasiswa

Rumahku adalah istanaku
Negaraku adalah istanaku
Indonesiaku adalah istanaku

PENANGGALAN kalimat ini menjadi penyemangat membangun komitmen bangsa dalam menghadapi globalisasi yang tidak bisa dihindari. Problematika bangsa juga nampak pada kesadaran hukum. Demokrasi pun dipandang dari ’kulit’ semata, tidak memerhatikan perwujudan civil society. Ini berakibat munculnya konflik seiring lemahnya pemahaman dan kesadaran jati diri bangsa.

Hal ini dikemukakan pemateri tunggal, Drs Suparlan Al Hakim MSi, pada acara Studium General Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) bertajuk ’Menegaskan Kembali NKRI’ di aula utama Universitas Negeri Malang (UM), Selasa (19/2).

Suparlan juga mengomentari lemahnya kesadaran hukum masyarakat. ”Penegak dan penikmat hukum belum mampu berperan sebagai kata kunci terwujudnya supremasi hukum,” ujarnya
Suparlan yang dosen di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UM ini juga menyarankan untuk membina jiwa nasionalis dalam konteks NKRI. ”Yang berbeda-beda mari dipersatukan dengan mengekspresikan makna simbolik identitas bangsa, seperti bendera kebangsaan, lagu kebangsaan, serta lambang negara yakni garuda Pancasila,” ajak Suparlan.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Mata Kuliah Umum, Dr Anang Santoso mengatakan, acara yang menginjak tahun keempat ini bertujuan memupuk rasa nasionalisme pada diri mahasiswa. ”Selain itu membuka wawasan secara komprehensif, sehingga diharapkan mahasiswa bisa memahami wacana nasionalisme dan bersikap arif

MANUSIA TERTUA DI DUNIA TERNYATA BERUSIA 256 TAHUN ( PICS ! )

Ini adalah sebuah berita yang pernah disiarkan oleh Majalah Time. Seorang warga China tepatnya di provinsi szechwan bernama Li Ching-yun adalah manusia terlama hidup yang pernah dicatat sepanjang sejarah.

Menurut berita yang disiarkan oleh Majalah Time, Li Ching-yun meninggal pada usia 256 tahun. Ketika ditanya apa rahasia umur panjang, maka Li Ching-yun mempunyai beberapa resep, yaitu:

– Mengutamakan Mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan (Sayur-Mayur)
– Meminum Sake Secukupnya
– Biarkan hati tetap tenang
– Duduk seperti kura-kura
– Sigap Berjalan Seperti Punai, dan
– Tidur seperti anjing

Li Ching-yun selama masa hidup memiliki 23 orang istri, dengan jumlah anak 60 orang. Ching-yun meninggal setelah memiliki keturunan pada generasi ke-12

MANUSIA TERTUA DI DUNIA KELAHIRAN TAHUN 1880 !

Wah ternyata masih ada ya manusia kelahiran tahun 1880!! jika dihitung manusia tersebut sekarang sudah berumur 129 tahun!! waduh luar biasa panjang umut ya?? padahal seiring perkembangan zaman usia manusia akan semakin pendek… namun ternyata masih ada saja manusia yang berumur panjang.. entah ini sebuah anugerah atau musibah karena dengan usia yang lanjut kondisi fisik sudah amat sangat menurun.. namun yang amat sangat mengherankan jikalau manusia berusia lanjut masih sanggup untuk menikah seperti yang dialami oleh wok kundur dan mohd nor.. hehehehe OK sekarang kita lanjutkan pada Manusia Kelahiran tahun 1880

Lihat Biodata yang tertera pada paspor wanita asal pakistan ini.. jika anda lihat dengan jelas maka akan terlihat bahwa tahun kelahirannya adalah tahun 1880.. waw.. biasanya pada jaman itu belum ada kalender makanya tanggal dan bulannya tidak ditulis atau mungkin yang bersangkutan telah lupa.

Sebenarnya mungkin di dunia kita sekarang ini masih tersisa beberapa orang angkatan tahun 1800an.. walaupun mungkin tidak lebih dari 100 orang.. contohnya yah wanita asal pakistan ini, dan saya juga mengenal satu nenek di jakarta yang katanya dia sekarang sudah berumur 100an lebih.. namun beliau lupa dengan tahun lahirnya. sehingga tidak bisa diprediksi.. yah namanya juga sudah tua sehingga jadi pikun.

Ambu Unah ini juga, Nenek berusia 143 tahun di Sensus oleh Tim dari BPS

Ditengah-tengah pelaksanaan Sensus Penduduk, Tim dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang, menemukan warga usia tertua yaitu Askah binti Singga (101 tahun) di Desa Sindang Laut, Kecamatan Carita dan Maemunah (143 tahun) di Kampung Jaha Girang Rt 15/06 Desa Kadu Dodol, Kecamatan Cimanuk.

Nenek Maemunah yang biasa akrab dipanggil Ambu Unah, berdasarkan data sensus yang dikirimkan ke Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang, diduga lahir tahun 1867 silam. Oleh karena itu melalui Tim Koordinator Probing Pendalaman dan Pengkajian Data penduduk, BPS Kabupaten Pandeglang melakukan survey langsung ke lapangan guna mengetahui ke-validan data tersebut. “Hasil yang kami terima dari petugas dilapangan, ditemukan ada warga yang usianya mencapai ratusan tahun, dan kami perlu mendalami dan mengkaji data itu,” kata Budiman, BST selaku Koordinator Tim.

Sungguh sangat luar biasa, di seusia yang ratusan tahun ini, Ambu Unah masih dapat beraktifitas seperti layaknya orang usia 50-60 tahunan. Bahkan, ia masih senang jajan dan jalan-jalan keluar rumah, bermodalkan tongkat bambunya.

Ambu Unah yang mempunyai anak 10 ini, terlihat tidak pikun dan menurut penuturan anggota keluarganya ia tidak pernah mengalami sakit. Semua organ tubuhnya, mata, hidung, mulut, tangan dan lainnya masih berfungsi dengan normal, hanya saja telinganya sudah terganggu, sehingga jika berbincang dengannya harus dengan nada atau suara keras. Dari kesepuluh anaknya ini, yang masih hidup tinggal 5 orang, yaitu Syarif, Agus, Darwati, Samarudin dan Sanawati,” kata Ambu Unah, di rumahnya.

Nenek yang hidup di 5 zaman ini, pada saat dikunjungi tim banyak menceritakan pengalaman hidupnya. Diantaranya ia masih mengingat peristiwa penjajahan Belanda dan Jepang, khususnya saat Multatuli (Belanda) masuk ke Rangkas Bitung, Kabupaten Lebak, termasuk pembangunan rel kereta yang menghubungkan stasiun Rangkas Bitung-Tanah Abang dan Rangkas Bitung-Labuan, Kabupaten Pandeglang.

Saat ditanya kesaksiannya, pada saat terjadinya letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883, ia hanya mengatakan bahwa pada saat meletusnya Gunung Krakatau yang ia rasakan adalah terjadinya lini (gempa bumi) yang dilanjutkan esoknya dengan hujan es, tuturnya.

Ketika ditanya apa rahasianya bisa berumur panjang, ia hanya menyarankan agar selalu membaca shalawat yang sering ia lantunkan “Allahumma junjung umur, Saumur-umur didunia, Hilang lara datang rohmat ditambah nikmat, Ternyatane Cisadane, Cur mancur Cahaya ti Rosul, Car Muncar Cahaya ti Allah, Laaila Ha Illallah Muhammadarrasulullah”.

Uniknya, menurut penuturan keluarganya, Ambu Unah selalu meminta makanan yang disukainya yaitu Roti, permen dan susu, bahkan menurut pengakuan Darwati (anaknya yang ke delapan, 69 tahun), sehari bisa menghabiskan 2-3 kaleng susu formula dan permen satu toples.

“Kalau susunya sudah habis 2-3 kaleng, nenek sering meminta lagi dan harus dituruti. Kesukaannya makan permen juga tidak bisa dilarang, sehari bisa menghabiskan satu toples permen” lanjutnya.

Nenek yang dikenal dekat dengan masyarakat dikampungnya ini dan kadang-kadang suka diminta bantuannya untuk menyembuhkan penyakit anak-anak seperti panas, kejang-kejang dan sebagainya. Aktifitas kesehariannya, yang paling ia sukai adalah menonton televisi, “Dia paling senang, kalau acara TV belum selesai, TV tidak boleh dimatiin” ujar Samarudin (anak ke kesembilannya).

Saat ditanya, apakah Ambu Unah sering keluar Samarudin menjelaskan “Paling ia keluar ke warung dekat rumahnya untuk membeli permen dan roti. Kami selalu menjaganya, khawatir Ia ngeluyur kemana-mana, pak,” jelasnya, seraya mejelaskan bahwa Ambu Unah ini sulit makan nasi, jikapun ia mau hal itu harus dipaksa.

Menurut anggota keluarganya, sampai sekarang Ambu Unah itu tidak mengenal uang, kecuali uang gobang dan uang sen zaman dulu, ujarnya. Ambu Unah juga tidak pernah sakit, padahal dari makanan ia tidak mengenal ada pantangan, lanjutnya.

Pihak BPS sendiri, sampai saat ini akan melakukan pendalaman untuk memastikan apakah pengakuan Ambu Unah ini Valid, ujar Syarif Hidayat Ketua BPS Kabupaten Pandeglang. Pendalaman yang akan kami lakukan terutama terkait silsilah keturunan dan bukti tertulis sejarah lainnya serta beberapa faktor pendukung lainnya. Data yang kami peroleh akan kami tindak lanjuti dengan melaporkannya ke BPS tingkat Provinsi dan Pusat.

Sebagai informasi tambahan saat ini menurut Guinness World Records orang tertua di dunia berusia 114 tahun 357 hari,yang telah meninggal seminggu sebelum ulang tahunnya ke-115-nya. Kama Chinen, warga suatu pulau sub-tropis di Okinawa, Jepang, meninggal pada tanggal 2 Mei 2010. Sementara itu untuk manusia tertua di Jawa Barat adalah Ny. Kasliah (115) asal Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya dan menjadi orang tertua di Jawa Barat dan akan diajukan untuk menjadi orang tertua di Indonesia.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

“Kasus mengerikan!Seorang Pria kepalanya Tertancap Besi Tembus ke Pipi,namun Tetap Hidup !!!! 15 Jenis Makanan Penyebab Cepat Gemuk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Mei 2010
S S R K J S M
« Mar   Jun »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: